Rumah Impian

Dirimu esok ialah mimpimu hari ini

Coretan Afbem

Post Page Advertisement [Top]

4 Februari 2019
02.28 WIB Kosan Paseban Timur Gg. 13 No. 222D

Iman ini masih naik turun terus. Bahkan turunnya sampai terlalu jauh untuk ku naikkan kembali :'' Baru beberapa minggu yang lalu taubat, sekarang sudah ngerasa jatuh lagi. Ya Allah, gimana caranya istiqomah? “Hey, Fen. Nape ngelamun? Lihat itu indahnya langit sore menjelang maghrib. Masya Allah, ya" sapa temanku tiba-tiba dari belakang membuyarkan lamunanku. Ku tersenyum padanya. Namun, hati ini sebenernya mengkerut. Ku selalu memuji Allah atas indahnya alam ciptaannya. Namun ku sedih, keindahan ini apakah dirasakan saudara-saudaraku disana yang sedang menghadapi bencana? Akhir-akhir ini banyak sekali kejadian bencana alam. Ada tsunami di Banten dan Lampung, likuifaksi Palu, gempa Lombok, longsor di Brebes, angin puting beliung di bogor, banjir bandang di Sumatera, banjir yang luas sekali di Makasar dan sekitarnya. Aduh, banyak sekali yang gak bisa disebutkan. Apalagi jika dikulik sepanjang tahun 2018 ini, rasanya tidak ada hentinya bencana yang sedang menimpa negeriku.

Satu hal yang sampai sekarang masih terus mengusik pikiranku. Ya, akankah hal itu akan menimpaku juga? Pertanyaan ini selalu menghantui. Takut sekali jika cobaan datang ketika ku sedang tidak dalam kondisi melakukan kebaikan. Ketakutan ini tidak bisa aku tuliskan dan ungkapkan di tulisan ini. Yang pasti aku sangat takut karena aku masih penuh dosa dan amalku mungkin tidak akan cukup menjadi pembuktian untuk akhirat yang indah. Ampuni aku ya Allah. Taubatku tidak pernah sungguh-sungguh. Maksiat masih banyak aku lakukan. Belajar ilmu agama kerap kali aku abaikan. Lisan ini masih banyak membual perkataan tidak bermanfaat. Tangan ini masih terlalu banyak mengutik media yang tidak berfaedah. Mata ini masih sering ku pergunakan melihat keburukan. Ampuni aku ya Allah.

Teman-teman, apakah kau merasakan hal yang sama? Atau masih tenang-tenang saja? Jika belum atau selama ini masih terlalu memikirkan dunia sehingga tak kau prioritaskan akhiratmu, ingatlah hadist rasulullah SAW "Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma berkata, “Suatu hari aku duduk bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Anshar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaqnya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’ (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy)



Doa yang akan selalu terpatih dalam hatiku, "Jika, waktu itu, ya, kematianku menjemputku, matikan aku dalam keadaan berislam, dalam keadaan beriman, dan dalam keadaan bertakwa padamu ya Allah."



No comments:

Post a Comment

AFbm12 Production

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib