01.28 WIB Kosan Paseban Timur Gg. 13 No. 222D
"Ngeyel dengan hadist Rasul? Ya, gak gitu juga. Aku kan manusia biasa. Tentu nggak sempurna. Ya, wajarlah manusia nggak bisa mengikuti semua yang dikatakan Rasul." begitu egoku berkata.
"Lalu, setelah kejadian ini bagaimana?" hati kecilku kemudian bertanya untuk meluruskan perdebatan dalam diriku.
"Iya, setelah kejadian ini, aku baru sadar bahwa ketidaksempurnaan yang kita miliki itu bukan menjadikan kita meniadakan apa yang harusnya dilakukan. Lakukanlah sebaik mungkin yang kita bisa. Hasilnya mungkin gak akan persis seperti yang Rasul contohkan. Hasilnya mungkin masih banyak kekurangan. Kan, kita bukan malaikat atau bukan juga yang langsung Allah bimbing layaknya Nabi Muhammad." egoku kembali menjawab.
"Eh tunggu-tunggu, jadi intinya kamu mau bilang apasih?"
"IYAAA. Aku sadar. Tidak melakukan apa yang diperintahkan Rasul karena alasan ketidaksempurnaan manusia itu tindakan yang salah. Harusnya, ketidaksempurnaan itu ada setelah kita sudah melakukan sesuatu, yang mungkin hasilnya tidak sempurna dan sebaik Rasul."
"Oke, bagus. Sekarang udah tau kan, yaa."
"Lalu, setelah kejadian ini bagaimana?" hati kecilku kemudian bertanya untuk meluruskan perdebatan dalam diriku.
"Iya, setelah kejadian ini, aku baru sadar bahwa ketidaksempurnaan yang kita miliki itu bukan menjadikan kita meniadakan apa yang harusnya dilakukan. Lakukanlah sebaik mungkin yang kita bisa. Hasilnya mungkin gak akan persis seperti yang Rasul contohkan. Hasilnya mungkin masih banyak kekurangan. Kan, kita bukan malaikat atau bukan juga yang langsung Allah bimbing layaknya Nabi Muhammad." egoku kembali menjawab.
"Eh tunggu-tunggu, jadi intinya kamu mau bilang apasih?"
"IYAAA. Aku sadar. Tidak melakukan apa yang diperintahkan Rasul karena alasan ketidaksempurnaan manusia itu tindakan yang salah. Harusnya, ketidaksempurnaan itu ada setelah kita sudah melakukan sesuatu, yang mungkin hasilnya tidak sempurna dan sebaik Rasul."
"Oke, bagus. Sekarang udah tau kan, yaa."
Huhuhuhu aku tak kuasa menahan tangis kala itu. Ini sudah akumulasi dari banyak sekali kejadian. Kejadian sejak SMA, atau bahkan kejadian sejak SMP, hingga sekarang, dimana aku khilaf dan baru ditegur Allah beberapa hari yang lalu. Yaitu tentang bercanda yang berlebihan. Selama ini, aku sering sekali bercanda. Bercanda yang kulakukan tidak semua menyakitkan perasaan. Namun, tidak sedikit juga yang tersakiti karena ucapanku. Biasanya sih, teman-teman akan mudah memaafkan dan "memaklumi" apa yang sudah aku lakukan pada mereka. Karena sudah terlalu banyak pemakluman orang-orang kepadaku, aku merasa bercanda bukanlah hal yang harus aku kurangi. Mungkin sudah mendarah daging sebagai kebiasaanku. Akhirnya, tibalah teguran itu menghempas hati yang keras ini. Aku sadar betapa perkataan itu mampu melumpuhkan hati yang keras ini sampai aku menitikan air mata di hadapan sahabatku (sungguh aku paling anti kalau harus menangis di hadapan manusia, tapi untuk kali ini nggak kuat :D). Saat itu, bercandanya teman-teman di sekelilingku terhadap diriku sangat biasa dan tidak berbeda dengan bercanda sehari-hari. Namun, hatiku rapuh dan terasa sangat sakit sekali. Apakah aku terlalu lemah? Apakah aku sebodoh dan seburuk itu? Tidak, aku tidak begitu. Inilah aku yang sedang ditegur Allah atas perbuatanku sendiri agar aku merasakan bagaimana perasaan orang-orang yang aku bercandai selama ini.
Ampuni aku ya Allah. Sakit sekali ternyata saat diejek, diperolok, ditertawakan, dan direndahkan oleh orang yang berpikir itu adalah sebuah hal yang maklum. Namun, aku tidak akan menyalahkan orang-orang di sekitarku. Aku hanya akan menyalahkan diriku yang juga seperti meraka. Aku yang menganggap remeh perintah Rasul. "Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah ia" (HR. Ahmad).
Temen-temen yang membaca ini, yuk, jangan menunggu ditegur Allah baru kita berubah. Aku bersyukur Allah telah menegurku sebelum semakin banyak orang-orang yang hatinya tersakiti karena lisan yang tak kujaga.
Ya Allah, engkaulah Rabb-ku Yang Maha Melihat, Mendengar dan Maha Mengetahui. Cegahlah lisanku dari perkataan yang tidak bermanfaat. Tegur aku jika jauh dari akhlak kebaikan. Ampuni aku atas dosa yang aku tidak tahu aku telah melakukannya.

No comments:
Post a Comment
AFbm12 Production