Rumah Impian

Dirimu esok ialah mimpimu hari ini

Coretan Afbem

Post Page Advertisement [Top]


25 November 2018
14.19 Ruang Koas IPD RS Fatmawati

Seringkali manusia itu dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang sangat sulit untuk diputuskan. Untuk menyelesaikannya terkadang butuh menguras pikiran, energi dan waktu yang banyak. Sudah begitu, kadang masih bertanya-tanya apakah keputusan kita itulah yang terbaik dari segala pilihan? Mau tau jawabannya? Sama saya juga. Hehehe gak deng. Nah, disini aku mau berbagi pengalaman orang lain (bukan pengalaman saya :D)

Soal memilih pasangan hidup. Banyak laki-laki yang mendatangi teman saya yang satu ini. Semua memiliki kekurangan dan kelebihan. Lalu, bagaimana ia memutuskan? Jawabannya cuman satu. MELIBATKAN ALLAH. Bagaimana caranya melibatkan Allah? Sholat istiharah, kah? Nah, banyak orang yang selama ini agak keliru pemahaman cara "melibatkan Allah". Katanya, yang penting sholat istiraharah. Nehi nehi, bukan itu. Melibatkan Allah itu, ya dari awal sampai akhir proses melibatkan Allah. Kalau pada contoh ini, berarti dari cara menemukan prianya, mencari tahu bibit-bebet-bobotnya, sampai pada tahap memberikan keputusannya, itu semua libatkan Allah disana. Oke, paham ya. Jadi, agak keliru jika berpatokan bahwa asalkan sudah istiharah berarti kita sudah libatkan Allah. Hm, mana istiharahnya sehari doang lagi. Istiharah mah terus aja dilakukan sampai hari kita mengambil keputusan agar terus Allah ridhoi dan terus ditunjukkan pilihan yang benar.

Eits, sebenarnya ada hal yang lebih penting lagi tentang mengambil keputusan. Banyak orang yang melupakan bagian ini nih hehehe. Mengapa baru melibatkan Allah pada keputusan yang besar? Mengapa hal-hal kecil cenderung kita abai dan sejadinya saja. Contoh nih, milih baju. Pakai baju apa ya hari ini? Biasanya kita ambil sesuai dengan bayangan kita. Maunya hari ini warna yang ini karena terlihat cantik, atau terkadang sampai membayangkan reaksi si dia ketika nanti melihat kita? Coba deh kalau kita menentukan pilihan baju ini melibatkan Allah. Pasti kita akan berpikir 100x untuk memakai baju yang misalnya terlalu sempit, kurang bahan, atau transparan.

Contoh lagi, ketika kita membeli tas. Duit kita 500k. Kalau saat itu kita gak libatkan Allah, bisa jadi kita akan memilih tas yabg bermerek. Tujuannya supaya dilihat orang lain sebagai orang yang mengenal merek terkenal atau mengikuti fashion. Kalau libatkan Allah, kita akan beli tas yang seperti apa? bisa membawa barang-barang sesuai keperluan yang kita inginkan atau bisa yang awet dipakai. Sekalipun harganya sama, 500k juga, tetapi kalau melibatkan Allah insyaallah kita memutuskan hal-hal dengan cara dan keputusan yang benar dan diridhoi.

2 comments:

AFbm12 Production

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib