14.19 Ruang Koas IPD RS Fatmawati
Seringkali
manusia itu dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang sangat sulit untuk
diputuskan. Untuk menyelesaikannya terkadang butuh menguras pikiran, energi dan waktu yang
banyak. Sudah begitu, kadang masih bertanya-tanya apakah keputusan kita itulah yang terbaik dari
segala pilihan? Mau tau
jawabannya? Sama saya juga. Hehehe gak deng. Nah, disini aku mau berbagi pengalaman orang lain (bukan pengalaman
saya :D)
Soal memilih pasangan hidup. Banyak laki-laki yang mendatangi teman saya
yang satu ini. Semua memiliki kekurangan dan kelebihan. Lalu, bagaimana ia
memutuskan? Jawabannya cuman satu. MELIBATKAN ALLAH. Bagaimana caranya melibatkan Allah? Sholat
istiharah, kah? Nah,
banyak orang yang selama
ini agak keliru pemahaman
cara "melibatkan Allah". Katanya, yang penting sholat istiraharah. Nehi nehi, bukan itu. Melibatkan Allah itu, ya dari awal sampai akhir proses
melibatkan Allah. Kalau pada contoh ini, berarti dari cara menemukan prianya, mencari tahu bibit-bebet-bobotnya, sampai pada
tahap memberikan keputusannya, itu semua libatkan Allah disana. Oke, paham ya. Jadi, agak keliru jika
berpatokan bahwa asalkan sudah istiharah berarti
kita sudah libatkan Allah. Hm, mana istiharahnya sehari doang lagi. Istiharah mah terus aja dilakukan sampai hari kita mengambil keputusan agar terus Allah ridhoi dan terus ditunjukkan pilihan yang benar.
Eits, sebenarnya ada hal yang lebih penting lagi tentang mengambil keputusan. Banyak orang yang
melupakan bagian ini nih hehehe. Mengapa baru melibatkan Allah pada keputusan yang besar? Mengapa hal-hal kecil cenderung kita abai dan
sejadinya saja.
Contoh nih, milih
baju. Pakai baju apa ya hari ini? Biasanya kita ambil sesuai dengan
bayangan kita. Maunya hari
ini warna yang ini karena terlihat cantik, atau terkadang sampai membayangkan reaksi si dia ketika nanti melihat kita? Coba deh kalau kita menentukan pilihan baju
ini melibatkan Allah. Pasti kita akan berpikir 100x untuk
memakai baju yang misalnya
terlalu sempit, kurang bahan, atau transparan.
Contoh lagi, ketika kita membeli tas. Duit kita 500k. Kalau saat
itu kita gak libatkan Allah,
bisa jadi kita akan memilih tas yabg bermerek. Tujuannya supaya dilihat
orang lain
sebagai orang yang mengenal merek terkenal atau
mengikuti fashion. Kalau
libatkan Allah,
kita akan beli tas yang seperti apa? bisa membawa barang-barang sesuai keperluan yang
kita inginkan atau bisa yang awet dipakai. Sekalipun harganya sama, 500k juga, tetapi kalau melibatkan Allah insyaallah
kita memutuskan hal-hal dengan cara dan keputusan yang benar dan diridhoi.
Kereeenn
ReplyDeleteWkwkkw mantap mbak Iyan
ReplyDelete