Rumah Impian

Dirimu esok ialah mimpimu hari ini

Coretan Afbem

Post Page Advertisement [Top]

2 Februari 2019
13.00 Kosan Paseban Timur Gg 13

Ternyata ada loh 2 golongan yang gak pernah puas dalam hidupnya, haus dan tamak terus, yaitu 1. Penuntut ilmu 2. Penuntut dunia. Penuntut ilmu sejati itu akan mengeluarkan usaha terbaiknya untuk mendapatkan ilmu dan penuntut dunia juga gak akan pernah puas untuk memenuhi nafsunya. Coba kali ini kita bahas dulu yang penuntut ilmu. Jadi, gimana sih menuntut ilmu yang baik itu? Ya, belajar dari para ulama :') karena mereka ialah wali Allah (kata Imam Syafi'i). Jadi, cara-caranya yaitu:

1. Kejar ilmu, datengin kajian ilmu.
Dewasa ini, ilmu Allah terbuka seluas-luasnya. Cari hadist dan ayat mudah sekali. Dulu, para sahabat dan ulama terdahulu mengorbankan tenaga, harta, dan waktunya demi mendapatkan 1 hadist atau 1 tafsir ayat. Saat ini, ratusan bahkan ribuan hadist bisa kita akses dengan mudah. Namun, mengapa kualitas keimanan kita tidak pernah melebihi mereka? Karena mereka memperoleh KEBERKAHAN Ilmu. Semakin tinggi usaha yang dikeluarkan maka semakin tinggi nilai dan keberkahan di hadapan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Ya Allah … aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang thayyib, dan amal yang diterima.” (HR. Ibnu Majah no. 925. Dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani.)  Hadist tersebut memiliki makna bukan sebanyak apa ilmu yang kita tahu atau kita pelajari, tapi ilmu yang seperti apa serta keberkahan dalam proses pencariannya lah yang terpenting.

Jika kita mengadiri majlis ilmu, kita mendapat ketenangan hati, kasih sayang dari Allah, dinaungi para malaikat, dan nama kita disebut-sebut Allah pada penduduk langit (eksis di dunia udah gak zaman, eksis di kalangan para malaikat dong baru cadas).

Intinya, jangan hanya mengandalkan media jika kita bisa menuntut ilmu dengan menghadirinya. Media bukanlah pengganti kajian tetapi hanya back up ketika sedang benar-benar tidak mampu. (Duh, selama ini gak mampu dateng kajian atau gak mau ya? Eh, masing mending gak mampu, mungkin diniatin aja nggak *hiks)

2. Perlahan-lahan
Nggak ada ilmu yang dikuasi secara instan. Jika seperti itu, mungkin bisa hilang dalam sekejap juga. Jadi, harus step by step. Dari basic-nya dulu dikuatin, kemudian ke hal-hal yang semakin kompleks. Contohnya, banyak nih yang baru hijrah tetapi sudah menyalahkan orang lain dalam ibadah, padahal ternyata ditanya tajwid saja masih belum paham. Perlahan-lahan, cuy. Allah contohkan ketika Al-Quran diturunkan bertahap kepada Rasulullah agar kokoh ke dalam hati Muhammad.

3. Adab
Adab merupakan salah satu ilmu yang paling penting setelah ilmu aqidah, iman, dan ibadah wajib. Dicontohkan oleh ulama (Ibnu Hazm & Abul Wahid), tokoh besar pada zamannya yang berbeda mazhab dan status ekonomi, yang ketika mereka berdiskusi rentan terjadi perdebatan menegangkan. Namun, setiap kali mereka berdiskusi justru mereka saling meminta maaf setelahnya. Abul Wahid meminta maaf karena mungkin ada yang skip dalam membaca karena membacanya memakai lampu remang sambil bekerja sebagai satpam. Ibnu Hazm pun meminta maaf, karena hidup sebagai orang kaya berkecukupan dengan fasilitas lengkap yang melenakan dan menidurkan dari apa-apa yang harusnya dikerjakan. Adab untuk saling menghargai pendapat, dan mendiskusikan kebenaran hanya untuk Allah semata bukan ego pribadi apalagi ego golongan. Cerita mengenai adab sebenarnya banyak sekali, mungkin yang perlu kita perhatikan lagi yaitu "belajar itu selalu memberikan uzur pada orang, yaitu ber-positive thinking pada orang lain jika tidak sesuai dengan yang kita pahami. Tapi, idealis buat diri sendiri, jangan banyak excuse. Jangan dibalik, sama orang lain kita jadi idealis sehingga sedikit-sedikit menyalahkan orang lain dan untuk diri sendiri malah kebanyakan uzur atau excuse."


"Jangan sok sibuk dihadapan Rabbul Alaminn karena diluar sana banyak orang yang ribuan kali lebih sibuk dari kita bisa ngaji dan belajar agama. kalau sudah tidak punya waktu berarti keberkahan dalam hidup kita dicabut sama Allah SWT.  Sabda Nabi "barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan untuk dia maka Allah akan pahamkan dia tentang agamanya." dan paham kan butuh belajar (Ust. Nuzul Dzikri). Mulai sekarang belajar agama itu diprioritaskan, bukan ketika ada waktu kosong atau gak ada kegiatan baru nyari kajian. tapi kosongkanlah waktumu untuk belajar dan nyari kajian yang rutin.

Wallahu'alam bisshowaf. referensi
https://youtu.be/rMno2d6G2dA








No comments:

Post a Comment

AFbm12 Production

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib